Tampilkan postingan dengan label ujian dan cobaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ujian dan cobaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 September 2015

Meraih Kemenangan Lewat Ujian dan Cobaan

Seorang pemimpin Islam seringkali hadir ditengah dunia yang sedang bergejolak. Nabi Muhammad Saw. lahir ditengah serangan pasukan Abrahah yang ingin menghancurkan Ka'bah. Shalahuddin Al Ayyubi lahir ditengah serbuan pasukan Salib terhadap Masjidil Aqsha. Sebagaimana juga kelahiran Utsman 1 bin Ertugrul di saat pasukan Mongol memporak porandakan pusat pemerintahan Abbasiyah di Baghdad. Kekacauan dunia saat itu telah menempa jiwa seorang mukmin. Sehingga mereka lebih mampu melihat penderitaan saudara-saudara mereka, lebih mampu bersabar, lebih mampu melihat kekurangan dan kelemahan yang ada, sekaligus lebih mampu melihat peluang dan kesuksesan.

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang jujur dan sesungguhnya Dia benar-benar mengetahui orang-orang yang dusta!" (QS. Al Ankabut: 2-3)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesung-guhnya kita adalah orang-orang yang kembali kepada-Nya. Mereka itulah yang menda-pat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk". (QS. Al Baqarah: 155-157)

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat"." (QS. Al Baqarah: 214)

Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa sesungguhnya setiap orang yang hidup di dunia ini menyadari bahwa untuk mencapai tujuan hidupnya di dunia ini tidaklah semudah dan semulus yang dibayangkan; akan tetapi harus melalui berbagai macam rintangan dan ujian.

Senin, 16 Februari 2015

Tidak Merasa Diri Mendapat Cobaan

"Cobaan terberat bagi seseorang adalah jika ia tidak merasa dirinya sedang mendapatkan cobaan, terlebih lagi jika ia sangat bergembira dengan cobaan itu. Misalnya, perasaan bangga dengan harta yang haram dan terus-menerus melakukan dosa sementara ia tahu bahwa hal itu adalah dosa." (Imam Ibnu Al-Jauzy)

Seringkali manusia mampu bersabar dengan kemiskinan, tetapi tidak mampu bersabar dengan kekayaan. Ketika miskin mereka banyak berdoa, beribadah, dan berakhlak mulia. Mereka berharap Tuhan memberi mereka rezeki agar dapat beribadah lebih baik dan lebih banyak lagi. Sedikit Dia memberinya rezeki, betapa senang hatinya. Kemudian mereka berdoa lagi, memohon tambahan rezeki, Allah pun memberi mereka rezeki.

Setelah rezeki itu semakin sering mereka peroleh, semakin lemah semangat mereka dalam berdoa. Dan, akhirnya mereka menjauhi-Nya seolah lupa akan masa lalunya seperti apa. Seolah lupa bahwa Tuhan telah mengangkatnya dari lembah kemiskinan. Mereka menganggap rezeki itu akan datang dengan sendirinya atau semata-mata berasal dari usahanya sendiri.

Kemudian mereka gunakan harta kekayaan itu untuk kemaksiatan dan hal-hal yang tak bermanfaat. Mereka akhirnya masuk ke dalam lingkaran setan yang tak berujung. Setelah menghambur-hamburkan kekayaan, mereka melakukan berbagai tindak kejahatan. Setelah hartanya berkurang, mereka mencuri harta orang lain. Pihak keamanan yang belum menjangkaunya, menjadikan mereka leluasa untuk berbuat korupsi atau melakukan tindak kriminal lainnya.

Seperti halnya Qorun. Dulunya dia adalah pengikut Nabi Musa. Lalu dia berharap Nabi Musa mau berdoa agar Allah menjadikan dirinya sebagai orang kaya. Nabi Musa menasehati Qorun agar senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah, baik ketika miskin maupun kaya. Lalu Nabi Musa pun berdoa dan kemudian Allah mengabulkan doa tersebut, hingga akhirnya Qorun menjadi kaya raya.

Kekayaan itu ternyata telah membuat Qarun lupa dengan nasehat yang disampaikan Nabi Musa. Bahkan kesombongan Qorun semakin menjadi-jadi. Hingga akhirnya Allah menghukum Qorun dengan membenamkan dirinya dan hartanya ke dalam bumi. Qorun telah menjadi fakta sejarah tentang orang yang “tidak merasa dirinya sedang mendapatkan cobaan, terlebih lagi jika ia sangat bergembira dengan cobaan itu.”

Minggu, 25 Januari 2015

Manusia akan Terlihat Akhlaknya Saat Tengah Menghadapi Ujian dan Cobaan

Rasulullah Saw. melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan (dalam riwayat lain menangisi anaknya yang meninggal). Maka Rasul berkata kepada wanita itu : "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah."

Maka wanita itu berkata: "Engkau tidak merasakan apa yang kurasakan, karena engkau tidak mengalami musibah seperti musibahku".

Anas berkata: "Wanita itu tidak mengetahui bahwa yang menegurnya adalah Nabi."

Lalu dikatakan kepadanya: "Yang menegurmu adalah Rasulullah Saw."

Wanita itu terkejut. Segera dia mendatangi rumah Rasulullah Saw. dan dia tidak mendapatkan penjaga pintu di sisinya.

Wanita itu berkata: "Wahai Rasulullah tadi aku tidak mengenalimu."

Maka Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya sabar itu adalah pada pukulan pertama. " (HR. Muslim)

Penyabar atau tidaknya seseorang terlihat ketika dia sedang menghadapi masalah, apakah dia mampu bersabar di saat itu atau tidak serta bersikap tenang dan terkendali atau tidak,