Tampilkan postingan dengan label keutamaan sabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keutamaan sabar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2015

Nikmatnya Pahala Sabar Menghilangkan Rasa Sakit Karena Musibah

Di dalam kitab Ihya Ulumuddin dikisahkan, Fath Al Maushili memiliki seorang istri yang dikenal dengan kesabarannya. Suatu saat istri beliau terjatuh dan kuku jarinya pecah hingga menyebabkan luka, namun ia malah tertawa dengan keadaan seperti itu.

Hal itu menyebabkan orang disekitarnya bertanya terheran-heran, "Apakah engkau tidak merasa sakit?"

Istri Fath Al Maushili pun menjawab, "Sesungguhnya nikmatnya pahala karena luka ini menghilangkan rasa sakitnya dari hatiku."

Demikianlah keajaiban rasa sabar; musibah yang berat terasa ringan dan senantiasa tenang dan berbahagia ditengah kesulitan. Keadaan ini akan jauh berbeda bila musibah itu dihadapi dengan ketidaksabaran; musibah yang ringan menjadi terasa berat, masalah yang kecil dibesar-besarkan.

Ketika menghadapi musibah, ingat-ingatlah keutamaan sabar; keutamaannya di dunia dan pahalanya di akhirat.Ingatlah ayat-ayat Al Quran, hadits-hadits Rasulullah, dan perkataan ulama tentang sabar.

Minggu, 25 Januari 2015

Manusia akan Terlihat Akhlaknya Saat Tengah Menghadapi Ujian dan Cobaan

Rasulullah Saw. melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan (dalam riwayat lain menangisi anaknya yang meninggal). Maka Rasul berkata kepada wanita itu : "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah."

Maka wanita itu berkata: "Engkau tidak merasakan apa yang kurasakan, karena engkau tidak mengalami musibah seperti musibahku".

Anas berkata: "Wanita itu tidak mengetahui bahwa yang menegurnya adalah Nabi."

Lalu dikatakan kepadanya: "Yang menegurmu adalah Rasulullah Saw."

Wanita itu terkejut. Segera dia mendatangi rumah Rasulullah Saw. dan dia tidak mendapatkan penjaga pintu di sisinya.

Wanita itu berkata: "Wahai Rasulullah tadi aku tidak mengenalimu."

Maka Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya sabar itu adalah pada pukulan pertama. " (HR. Muslim)

Penyabar atau tidaknya seseorang terlihat ketika dia sedang menghadapi masalah, apakah dia mampu bersabar di saat itu atau tidak serta bersikap tenang dan terkendali atau tidak,