Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Oktober 2015

Kemenangan Kalian Datang dari Langit

Melihat foto-foto dan video-video pendek di facebook tentang penderitaan yang dialami saudara-saudaraku di Suriah dan Palestina sungguh menyimpan pilu yang mendalam di hati. Masih terbayang dalam ingatan, sosok mungil Aylan Al Kurdi, yang terkapar di pantai menjadi mayat. Atau seorang muslimah yang lemah dan tidak bersenjata diberondong peluru tentara Zionis la'natullah hingga syahid. Betapa saya tidak banyak berbuat untuk mereka, selain apa yang bisa saya sampaikan secara materi maupun doa.
Saya pernah mendengar salah seorang mujahidin Palestina berkata, doakan saja kami. Ya, mereka hanya minta di doakan. Permintaan yang sangat sederhana. Tapi apakah kita telah melakukannya? Telah menyempatkannya? Misalnya selepas shalat atau waktu dimana diijabahnya doa? Maaf, bukannya di facebook ya. Doa kita dalam kesunyian, hanya kita yang tahu dan dengar lafaz yang kita ucapkan, jauh lebih afdhol daripada doa yang kita ucapkan terang-terangan, apalagi di facebook.
Rasulullah Saw. bersabda, "Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, 'Dan bagimu juga kebaikan yang sama'.”(HR. Muslim)
"Doa seorang muslim untuk saudaranya di seberang sana sungguh mustajab. Di kepalanya ada malaikat yang ditugasi oleh Allah untuk mengucapkan 'amin' setiap kali ia mendoakan kebaikan buatnya. Malaikat itu juga berkata: 'Dan bagimu juga seperti itu'." (HR. Bukhari dan Ahmad)
"Doa seseorang untuk saudaranya dikejauhan tidak akan ditolak." (HR. Bazzar)
Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah berkata, "Doa ikhwah fillah adalah mustajab." (HR. Bukhari)
Mungkin saja dari doa-doa yang kita panjatkan, Allah menghancurkan tank dan pesawat musuh, atau Allah menolong seorang hamba-Nya yang sedang berjihad, atau Allah menghalau roket-roket musuh, atau Allah membunuh musuh-musuh-Nya lewat para pejuang-Nya, atau Allah menyelamatkan seorang anak. Doa-doa kita untuk mereka ibarat senjata-senjata yang mematikan bagi musuh. Berdoalah sebanyak-banyaknya untuk mereka dan yakinlah jika doa-doa itu tidak ada yang sia-sia.
Umar bin Khaththab meminta kemenangan kepada Allah atas musuhnya dengan berdoa, padahal Umar adalah tentara-Nya yang paling gagah. Umar pernah berkata kepada pasukannya, “Kalian tidak menang karena jumlah kalian yang banyak, akan tetapi kemenangan kalian datang dari langit.” Dalam kesempatan lain ia mengatakan, “Saya tidak membawa semangat dikabulkannya doa, akan tetapi saya membawa semangat untuk berdoa. Jika saya dikaruniai kesempatan untuk berdoa, maka sesungguhnya aku dikaruniai terkabulnya doa.”
Cobalah setelah membaca tulisan ini Anda berdoa untuk saudara-saudara Anda di Suriah dan Palestina. Berdoalah ditempat duduk Anda berada.

Rabu, 14 Oktober 2015

Atas Nama Kemanusiaan, Persenjatailah Rakyat Palestina!

Begitu mudahnya orang-orang Israel mendapatkan senjata. Sementara bagi rakyat Palestina di tepi barat mendapat senjata saja susah, ketika mendapat senjata, mereka malah ditangkapi oleh orang-orang Mahmud Abbas.

Sudah bukan saatnya lagi rakyat Palestina hanya bermodalkan batu untuk menyerang tentara Israel. Sudah saatnya rakyat Palestina dipersenjatai dengan senjata-senjata yang canggih. Ditangan Pemuda Palestina bukan lagi batu melainkan granat-granat yang siap meledak.

Jika dunia barat menolak aksi ini berarti mereka menolak aksi kemanusiaan. Rakyat Palestina hanyalah membela diri dan mendapatkan hak-hak mereka kembali setelah sebelumnya dirampas oleh Zionis Israel.

Apa bedanya dengan bangsa kita yang dulu ingin merdeka pada awalnya menggunakan bambu runcing lalu kemudian memiliki senapan laras panjang. Zionis Israel tidak ada bedanya dengan Belanda atau Jepang. Mereka sama-sama penjajah. Jika ada yang mengaku dirinya muslim menolak aksi jihad seperti HAMAS maka dia jelas-jelas buta mata hatinya dan tidak berprikemanusiaan.


Senin, 06 April 2015

Kezaliman ISIS Terhadap Gerakan Islam

Saya menonton di TV aksi penyerangan ISIS di Kamp Yarmouk Suriah di mana di tempat itu banyak dihuni aktivis HAMAS. Aksi penyerangan itu begitu mengerikan. ISIS dengan senjata beratnya memberondong membabi buta orang-orang yang ada di hadapannya. Aktivis HAMAS saya yakin tidak siap dengan kondisi itu karena sebelumnya kondisi di kamp aman-aman saja dan juga tidak menyangka yang melakukannya adalah kelompok yang menamakan dirinya "mujahidin". Mereka tidak pernah mendapatkan perlakuan mengerikan ini sebelumnya dari kelompok-kelompok oposisi lainnya. Bahkan kelompok-kelompok tersebut menjalin persaudaraan dengan rakyat Palestina di sana.

Mengapa ISIS merebut wilayah kamp Yarmouk? Karena mereka sudah dihajar habis-habisan di Irak dan Suriah. Sehingga wilayah kekuasaan mereka semakin sempit dan terjepit. Agar punya ruang gerak, mereka pun merangsek masuk wilayah yang mudah mereka kuasai; tidak peduli wilayah tersebut tempat pengungsian rakyat Palestina atau bukan. Tidak peduli muslim atau bukan. Tidak peduli HAMAS atau bukan.

Itulah hakikat ISIS. Mereka seolah hidup di dunia lain. Mereka mengkafirkan orang-orang yang berada diluar kelompok mereka. Bila tidak mau berbaiat kepada mereka, lantas kemudian mereka perangi layaknya perang melawan orang-orang kafir. Semoga Allah membalas kezaliman mereka!

Senin, 16 Maret 2015

Persaudaraan Umat Islam Melewati Batas-Batas Geografis

Beberapa waktu yang lalu saya berdebat dengan seseorang yang ternyata beragama Kristen. Orang tersebut mengatakan, untuk apa jauh-jauh membantu rakyat Palestina padahal di dalam negeri sendiri masih banyak yang memerlukan bantuan.

Perkataan itu mungkin saja secara betul. Namun dia berpikir dalam kerangka yang sempit dan tidak mengenal hakikat persaudaraan di dalan Islam. Jadi dia merasa kepedulian itu hanya diletakkan pada satu tempat saja sedangkan di tempat yang lain tidak. Saya takutkan orang seperti ini hanya pandai mengkritisi saja tapi tidak pernah melakukan apa yang menjadi pendapatnya di atas. Saat saya menyodorkan bukti-bukti tentang kepedulian rakyat Palestina terhadap bangsa kita. Yaitu di saat kita ditimpa bencana alam, mereka turut membantu kita dengan mengirimkan sejumlah uang kepada kita. Padahal posisi mereka saat ini sedang mengalami kesulitan; mengapa mereka jauh-jauh mengirimkan bantuannya kepada kita sementara mereka sendiri sedang kesusahan? Itulah persaudaraan dengan maknanya yang sangat dalam. Itsar; mengorbankan kepentingan dirinya untuk kepentingan orang lain.

Setelah saya sodori fakta-fakta tersebut, orang Kristen itu tidak lagi menanggapi perkataan saya; pergi entah kemana. Saya temukan di dalam komentar-komentar mereka di dunia maya, orang-orang seperti orang Kristen ini. Mudah-mudahan saja mereka bukanlah dari kalangan kaum muslimin. Bila dari kalangan kaum muslimin, jelas sangat menyedihkan.



Tanah air kaum muslimin adalah Islam. Maka dibelahan bumi manapun kaum muslimin memerlukan bantuan maka wajib kita bantu sebisanya. Dulu Khalifah Utsmani di Turki mengirimkan kapal perang untuk membantu Fatahillah dalam mengusir penjajah Portugis dari tanah Jawa. Padahal Turki-Indonesia terbentang jarak yang cukup jauh. Satunya berada di ujung selatan Asia Tenggara, yang satunya lagi berada di gerbang benua Eropa.