Tampilkan postingan dengan label HAMAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HAMAS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2015

Atas Nama Kemanusiaan, Persenjatailah Rakyat Palestina!

Begitu mudahnya orang-orang Israel mendapatkan senjata. Sementara bagi rakyat Palestina di tepi barat mendapat senjata saja susah, ketika mendapat senjata, mereka malah ditangkapi oleh orang-orang Mahmud Abbas.

Sudah bukan saatnya lagi rakyat Palestina hanya bermodalkan batu untuk menyerang tentara Israel. Sudah saatnya rakyat Palestina dipersenjatai dengan senjata-senjata yang canggih. Ditangan Pemuda Palestina bukan lagi batu melainkan granat-granat yang siap meledak.

Jika dunia barat menolak aksi ini berarti mereka menolak aksi kemanusiaan. Rakyat Palestina hanyalah membela diri dan mendapatkan hak-hak mereka kembali setelah sebelumnya dirampas oleh Zionis Israel.

Apa bedanya dengan bangsa kita yang dulu ingin merdeka pada awalnya menggunakan bambu runcing lalu kemudian memiliki senapan laras panjang. Zionis Israel tidak ada bedanya dengan Belanda atau Jepang. Mereka sama-sama penjajah. Jika ada yang mengaku dirinya muslim menolak aksi jihad seperti HAMAS maka dia jelas-jelas buta mata hatinya dan tidak berprikemanusiaan.


Senin, 06 April 2015

Kezaliman ISIS Terhadap Gerakan Islam

Saya menonton di TV aksi penyerangan ISIS di Kamp Yarmouk Suriah di mana di tempat itu banyak dihuni aktivis HAMAS. Aksi penyerangan itu begitu mengerikan. ISIS dengan senjata beratnya memberondong membabi buta orang-orang yang ada di hadapannya. Aktivis HAMAS saya yakin tidak siap dengan kondisi itu karena sebelumnya kondisi di kamp aman-aman saja dan juga tidak menyangka yang melakukannya adalah kelompok yang menamakan dirinya "mujahidin". Mereka tidak pernah mendapatkan perlakuan mengerikan ini sebelumnya dari kelompok-kelompok oposisi lainnya. Bahkan kelompok-kelompok tersebut menjalin persaudaraan dengan rakyat Palestina di sana.

Mengapa ISIS merebut wilayah kamp Yarmouk? Karena mereka sudah dihajar habis-habisan di Irak dan Suriah. Sehingga wilayah kekuasaan mereka semakin sempit dan terjepit. Agar punya ruang gerak, mereka pun merangsek masuk wilayah yang mudah mereka kuasai; tidak peduli wilayah tersebut tempat pengungsian rakyat Palestina atau bukan. Tidak peduli muslim atau bukan. Tidak peduli HAMAS atau bukan.

Itulah hakikat ISIS. Mereka seolah hidup di dunia lain. Mereka mengkafirkan orang-orang yang berada diluar kelompok mereka. Bila tidak mau berbaiat kepada mereka, lantas kemudian mereka perangi layaknya perang melawan orang-orang kafir. Semoga Allah membalas kezaliman mereka!

Senin, 23 Februari 2015

Konspirasi Israel dalam Melemahkan Kekuatan Umat Islam

Seperti kata Abu Muhammad Al Maqdisi, guru Abu Mush'ab Al Zarqawi dan salah seorang tokoh penting mujahidin Al Qaidah, banyak dari orang-orang bekas anggota dari partai Baats (sosialis) Irak yang sekarang menjadi tokoh penting ISIS.

Diawal perjuangannya, mujahidin dari berbagai kelompok bersatu untuk berjihad melawan Bashar Asad cs. Namun gerak maju mereka tiba-tiba saja dihadang oleh ISIS. ISIS merasa bahwa merekalah yg berhak mewakili kaum mujahidin untuk menyerang Bashar. Mereka adalah wakil sah umat Islam karena telah tegaknya khilafah. Untuk itu mereka memaksa kaum mujahidin untuk berbaiat. Bila tidak, mereka akan membunuhnya dengan cara yang sadis. Oleh karena itulah kaum mujahidin kini berjihad tidak hanya melawan Bashar tapi juga melawan ISIS. Dan hal ini jelas melemahkan dan memperlambat gerak maju kaum mujahidin.

Keberadaan ISIS juga disinyalir untuk mengamankan Israel. Amerika dkk menakut-nakuti negara-negara teluk bahwa ISIS jauh lebih berbahaya. Kemudian negara-negara teluk mulai ketakutan melihat sepak terjang ISIS yang terus merangsek maju hingga ke Irak. Negara teluk yang awalnya mendukung perlawanan terhadap Bashar, kini malah terlihat enggan membantu kaum mujahidin dan lebih terfokus pada ISIS.

Bagaimana dengan Israel? Tampaknya hingga saat ini Israel aman-aman saja. Bahkan beberapa waktu lalu, sebelum roket HAMAS menembus Tel Aviv, kota itu menjadi kota teraman di dunia. Kini kendala yang paling membahayakan bagi Israel hanyalah HAMAS. Karena serangan HAMAS selalu terfokus pada Israel, tidak pada yang lain. Oleh karena itu, HAMAS harus dilemahkan kalau bisa dihabisi.

Kini HAMAS yang notabene Ikhwanul Muslimin cabang Palestina harus berjuang sendiri dalam berjihad melawan Israel. Sementara yang lain disibukkan dengan urusannya masing-masing yang memang secara sengaja diciptakan sedemikian rupa oleh israel dan sekutu-sekutunya.