Tampilkan postingan dengan label keutamaan membaca alquran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keutamaan membaca alquran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2015

Berkumpul Bersama Orang Saleh

Tiga hari yang lalu bertemu Ust. Fahrur Rozi, MA. Usianya mungkin tidak terpaut jauh di atas saya. Beliau salah satu tim pentashih Al Quran DEPAG. Bila ada Al Quran yang sudah di tashih, tandanya ada dibagian halaman depan Al Quran, maka beliau adalah salah satu orang yang mentashihnya. Disini saya ingin menceritakan amal saleh beliau. Saya tidak mendengarnya langsung dari beliau, tapi dari beberapa kawan beliau. Kalau menceritakannya secara langsung kepada saya mungkin beliau akan malu.

Ust. Fahrur Rozi, MA adalah seorang hafidz Quran. Tiga hari sekali beliau mengkhatamkan Al Quran dalam shalatnya. Ya, dalam shalatnya! Bukan diluar shalat! Subhanallah, dalam hati saya berkata. Salah seorang dari kawan beliau berkata, "Ustadz Fahrur Rozi akan berdoa khatam Al Quran karena semalam beliau telah khatam Quran dalam shalatnya. Semoga kita mendapat rahmat dan keberkahan darinya. Silahkan ustadz..." Lalu ustadz pun berdoa, lumayan panjang namun fasih dan menggetarkan sanubari. Tidak terasa saya meneteskan airmata. Mengingat banyak hal: Mengingat betapa sedikitnya amal shaleh saya. Mengingat betapa sedikitnya saya berzikir, membaca Al Quran, shalat. Mengingat dosa-dosa saya yang begitu banyak.

Selesai doa khatam Quran, saya lalu bersalaman dan mencium tangan beliau, sebagai ungkapan rasa hormat kepada orang saleh dan berilmu. Ingin sekali saya berfoto bareng dengan beliau, namun sepertinya banyak orang yang ingin mengobrol dengan beliau. Jadi ya sampai disitu saja pertemuan saya dengan beliau hari itu. Seharian beliau mengisi acara tapi tidak terlihat kelelahan padahal saat itu beliau sedang berpuasa sunah.

Semoga saya dipertemukan lagi dengan beliau atau dengan orang-orang saleh lainnya.

“Hendaknya kalian duduk bersama ulama dan mendengarkan perkataan hukama (orang bijak), karena sesungguhnya Allah ta’ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan.” (Hadits Rasulullah sebagaimana termaktub dalam kitab Nashaihul Ibad karya Imam Nawawi Al Bantani)

Minggu, 06 September 2015

Tips Istiqomah Membaca Al Quran

Bagi orang yang merasa berat membaca Al Quran, saya sarankan cobalah duduk dan mulai membaca Al Quran. Lembar pertama mungkin akan terasa berat bagi anda karena pada saat itu sedang terjadi pertarungan antara nafsu dengan iman. Kalau anda berhenti, anda akan semakin malas membaca Al Quran pada waktu-waktu berikutnya. Oleh karena itu, lanjutkan terus membacanya. Anggaplah semua itu ujian dan pengorbanan bagi Anda. Saksikanlah setelahnya Al Quran menjadi terasa ringan dan semakin ringan untuk dibaca. Hingga anda dapat menyelesaikan satu juz, dua juz, bahkan tiga juz penuh dengan kenikmatan.

Senin, 22 Juni 2015

Tiga Juta Kebaikan untuk Mereka yang Khatam Al Quran

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Menurut Imam Mujahid Ra. sebagaimana dikutip dalam Tafsir Ibnu Katsir, jumlah huruf dalam Al Quran sebanyak 321.180. Sedangkan menurut Imam Ibnu Abbas Ra sebanyak 323.671. Mari kita ambil riwayat dari Imam Ibnu Abbas karena beliau adalah sahabat Nabi dan kepakaran beliau dibidang ilmu fikih dan Al Quran lebih baik daripada Imam Mujahid.

Bila 323.671 huruf X 10. Maka apabila kita mengkhatamkan Al Quran, kita akan memperoleh 3.236.710 kebaikan. Itu pahala diluar bulan Ramadhan. Pahala membacanya di dalam bulan Ramadhan akan jauh lebih besar lagi. Dilipatgandakan hingga hanya Allah yang tahu seberapa besar pahala itu dilipatgandakan.

Sabtu, 14 Februari 2015

Al Quran yang Menyembuhkan

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman..." (QS. Al-Isra: 82)

"Al Quran itu adalah petunjuk dan obat penawar bagi orang-orang yang beriman..." (QS. Fushshilat: 44)

Para dokter dan psikolog dewasa ini mengungkapkan adanya keterkaitan antara hati (pikiran) dan tubuh. Penyakit-penyakit hati bisa menimbulkan penyakit pada fisik. Stres yang berlebihan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dari menghadapi penyakit yang datangnya dari luar. Sebaliknya, ketika kita tidak stres atau merasa bahagia, sistem kekebalan tubuh kita semakin meningkat. Oleh karena itu sangat berbahaya jika penyakit hati ini dibiarkan begitu saja.

Allah Swt. telah memberi petunjuk tentang salah satu obat mujarab bagi hati yang sakit. Yaitu dengan membaca Al-Qur'an secara teratur. Sekalipun pada saat itu pikiran kita sedang kacau, hati terasa lalai, Al-Qur'an akan memberikan penawarnya. Karena, Al-Qur'an adalah obat penawar (syifa) bagi hati-hati yang gelisah.

Syaikh Sa'id Hawwa dalam buku Jundullah Tsaqafatan wa Akhlaqan berkata, "Bahwa seorang Mukmin, meskipun hatinya lalai dan berpaling dari kitabullah, tetapi jika mereka membiasakan serta memperbanyak baca Al-Qur'an secara teratur dan baik, maka penyakit yang diidapnya akan hilang dengan sendirinya. Sebab, sebagaimana Allah nyatakan, Al-Qur'an adalah obat bagi penyakit hati."

Benarlah apa yang dikatakan Syaikh Sa'id Hawwa itu, saya sangat merasakannya. Yaitu ketika saya jauh dari Al-Qur'an, hati saya jauh dari kebenaran; jauh dari kebaikan. Seolah-olah ada yang hilang dalam diri saya. Tetapi ketika saya mulai membaca Al-Qur'an, mulailah timbul semangat baru dalam hidup saya. Semakin banyak membaca Al Qur'an semakin kuat semangat saya untuk berbuat kebaikan. Itulah efek dari membaca Al-Qur'an, yaitu sebagai syifa (penawar) hati yang sakit, hati yang lalai, hati yang malas dari berbuat kebaikan. 

Tidak ada yang sia-sia dari ayat-ayat Al-Qur'an yang kita baca. Mungkin awalnya dengan sedikit paksaan untuk membacanya atau jiwa ini sebelumnya malas untuk membacanya. Tapi yang terpenting adalah MULAILAH MEMBACANYA di tengah kondisi hati seperti apapun. Jangan pernah tinggalkan Al-Qur'an meskipun hanya sehari saja. Para sahabat Nabi menjadi hebat dan rajin beramal adalah karena setiap harinya membaca Al Qur'an. Ada yang membaca satu hari satu juz, satu hari dua juz, satu hari tiga juz, seminggu khatam, ada juga yang mampu tiga hari khatam seperti yang dilakukan Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu anhuma. Sayidina Utsman bin Affan Ra. pernah mengatakan, sebaik-baik taqarub ilallah adalah dengan membaca Al-Qur'an.

Bagi hati yang merindukan pertolongan Allah, merindukan kebangkitan dan kejayaan, mari mulai membiasakan diri membaca Al-Qur'an secara dawam dan istiqomah. 

Selasa, 13 Januari 2015

Wafat Ketika Sedang Menelaah Al Qur’an

Ibnu Babisyadz adalah ulama nahwu juga perawi hadits yang wafat tahun 469 H. Para ulama mengisahkan peristiwa wafat ulama Mesir ini. Kala itu Ibnu Babisyadz melakukan penelaahan terhadap Al Qur’an selama 17 tahun untuk mengkaji makna dan hukumnya di Masjid Amr bin Ash.

Saat itu beliau sampai kepada surat At Takatsur, dan beliau menelaah huruf demi huruf sambil menaiki tangga ke atas atap masjid. Tanpa disangka, tiba-tiba beliau terjatuh dari tangga dan meninggal di waktu itu. Semoga Allah merahmti. (Ad Durar Al Muanadzdzam fi Ziyarah Jabal Al Muqaththam, hal. 283)

Pelajaran dari kisah ini: 
Pertama, mempelajari isi Al Qur'an tidak cukup dilakukan sekali atau dua kali saja, setahun atau dua tahun saja, bahkan ia adalah seumur hidup kita. Karena setiap kali kita membacanya, ia akan memberikan pelajaran berharga.

Kedua, begitu bersemangatnya Imam Ibnu Babisyadz dalam menelaah Al Quran. Hingga sedang naik tangga pun beliau masih menyempatkan diri menelaah Al Quran. Hal ini menunjukkan kecintaan beliau terhadap Al Qur'an. Semoga Allah merahmati beliau.